Pemberantasan HIV / AIDS Memerlukan Kepedulian Lintas Sektoral

KUNJ HIV SUKAMARA..

Meningkatnya jumlah penderita HIV / AIDS di Kabupaten Kotawaringin Barat membuat pemerintah daerah terus mengupayakan langkah-langkah penanggulanagn. Rencananya, rapat lintas sektoral bakal digelar untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah penderita.
Berdasarkan  catatan DInas Kesehatan Kotawaringin Barat, pada tahun 2011 tercatat 22 penderita HIV / AIDS, sedangkan pada tahun 2012 ditemukan 24 orang dan yang terakhir pada tahun 2013 terdapat 10 orang. Jadi, dalam kurun waktu dua tahun terakhir sebanyak 56 warga Kotawaringin Barat terjangkit oleh virus mematikan ini.
Apalagi sdh ditemukannya penderita HIV / AIDS dari kalangan ibu hamil dan balita. Oleh sebab itu, komisi penanggulangan AIDS tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan  kepedulian dari seluruh instansi.
Kepala bidang Pengendalian Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Samsudin mengatakan, masing-masing instansi dapat berperan dalam menekan angka penderita. Sebagai salah satu leading sektor, pihaknya terus melakukan sosialisasi secara masif guna memerangi HIV / AIDS.
Adapun sosialisasi itu akan ditunjukan kepada kelompok-kelompok yang potensial tertular dan menularkan HIV / AIDS dengan status memiliki resiko tinggi. “Berdasarkan surveillance yang telah dilakukan, lokalisasi merupakan tempat yang mempunyai resiko tertinggi,”cetusnya.
Menurutnya lagi, makin meningkatnya kasus HIV / AIDS di kalangan perempuan disebabkan pasangan tetapnya yang berprilaku seksual bebas amat memprihatinkan.
“Situasi ini menempatkan anak pada posisi rentan tertular HIV /AIDS dari orang tuanya yang mengidap dalam proses persalinan, menyusui dan melalui media lainnya seperti transfusi darah.”
Hal senada juga diungkapkan kepala Dinas Sosial Kotawaringin Barat Gusti M. Nur Aini. Beliau mengapresiasi adanya rencana pertemuan tersebut.
Menurutnya, Dinas Sosial juga mempunyai peranan penting dalam membina para penderita HIV / AIDS agar tetap bisa berkarya. Disamping itu, untuk Kegiatan awal, Dinas Sosial akan menggelar secara rutin pengajian secara internal sebelum dilaksanakan ketempat – tempat beresiko tinggi seperti di lokalisasi.
“Semoga dengan adanya rapat lintas sektoral ini dapat menemukan solusi menekan angka penderita HIV / AIDS di kemudian hari.” (Borneo News : Kamis,30 Januari 2013)
Pada hari Rabu 29 Januari 2013 RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun yang merupakan satu-satunya rumah sakit tempat rujukan pasien penderita HIV / AIDS di Kabupaten Kotawaringin barat mendapatkan kunjungan dari team Voluntary Conselling dan Testing (VCT) dari Rumah Sakit Kabupaten Sukamara. Adapun maksud dan tujuan kunjungan ini yaitu membahas tentang penyebaran virus dan penyakit HIV / AIDS di kalangan masyarakat pada umumnya dan mereka juga bertukar pikiran kepada team VCT RSUD Sultan Imanuddin tentang cara kerja yang dilakukan oleh pihak RSUD Pangkalan Bun yang dianggap mereka sudah berjalan dengan sangat baik.
Klinik Bougenville yang merupakan klinik VCT di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun memberikan layanan konselling dan tes sukarela, konsultasi lanjutan HIV / AIDS serta ikut bergerak dalam pencegahan dan penanggulangan infeksi HIV / AIDS. Kegiatan yang menonjol pada klinik ini adalah memberikan layanan VCT dan layanan pemeriksaan HIV / AIDS kepada anggota masyarakat melalui prosedur pemeriksaan laboratoriun yang benar dan memberikan pelayanan obat ARV bagi yang memerlukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s