RSUD Sultan Imanuddin Raih Penghargaan sebagai Rumah Sakit Sayang Ibu Dan Bayi (RSSIB) 2013

DSC_0563

Rumah Sakit Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mendapatkan penghargaan sebagai RUmah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB) tahun 2013. Total sudah empat kali RSUD terbesar di Kotawaringin Barat itu mendapat penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi pada senin (16/12) di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta. Penghargaan itu diberikan dalam rangka peringatan hari ibu ke-85.

Direktur RSUD Sultan Imanuddin dr. Suyuti Syamsul mengatakan, penilaian penghargaan itu di titik beratkan pada seberapa jauh sebuah rumah sakit itu ramah terhadap ibu dan bayi (anak), bukan hanya dalam pelayanan namun juga dalam perhatian terhadap keberadaan mereka di rumah sakit.

“Kita kebetulan terpilih mewakili Kalteng, dan besok juga akan ada penghargaan yang sama yang akan diserahkan oleh gubernur untuk rumah sakit kita,”ujarnya.

Dijelaskannya, penghargaan RSSIB adalah salah satu program dari kementerian kesehatan dalam upaya menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi, yang salah satunya melalui 10 langkah perlindungan secara terpadu dan paripurna, dan RSUD Sultan Imanuddin mempunyai 7 kebijakan untuk mengimplementasikan itu. Salah satunya untuk inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif dan pelarangan pemberian makanan pengganti ASI sebelum waktunya dan itu di buatkan dalam sebuah kebijakan. Disamping itu ada juga beberapa penilaian lain yang meliputi apakah kita telah melakukan audit terhadap ibu dan anak , baik maternal dan perinatal untuk tingkat kabupaten maupun tingkat rumah sakit, serta melakukan pembinaan secara langsung ke semua Puskesmas.

Selain itu, kerjasama juga dilakukan dengan Dharma Wanita RSUD Sultan Imanuddin yang membentuk kelompok supporting ASI yang biasanya melakukan kunjungna berkala ke ibu yang sedang masa nifas agar dapat memberikan ASI.

“Tim penilai waktu itu sekitar bulan september. Selain penilaian dari point-point terkait kelengkapan administrasi, prosedur, dan kebijakan pelayanan keperawatan, tim penilai juga melakukan wawancara langsung dengan pasien dan keluarga pasien yang dirawat di ruang kebidanan. Kunjungan juga dilakukan di ruang-ruang perawatan seperti di Poliklinik, ruang nifas, ruang bersalin, ruang perawatan bayi (Perinatologi) dan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD),”terangnya.

Sumber : Harian Radar Sampit, Kamis tanggal 19 Desember 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s