Gangguan Jiwa dalam Siaran Dokter on Radio oleh dr. Yusmansyah Idris, Sp. KJ

“Kebanyakan masyarakat awam, saat mendengar gangguan jiwa maka langsung beranggapan sama dengan “orang gila”, padahal sebenarnya tidak begitu, kata dr. Yusmansyah Idris, Sp. KJ, dalam siarannya di Radio Primadona 100 FM Pangkalan Bun.
Dokter Spesialis Kejiwaan RSUD Sultan Imanuddin ini pun menjelaskan, gangguan Jiwa itu sendiri sebenarnya adalah suatu gangguan medis yang bermanifestasi pada kondisi gangguan perilaku, perasaan dan pikiran dari seseorang. Gangguan itu disebut gangguan jiwa jika kondisi tersebut sudah mengganggu kehidupan pasien secara pribadi dan sosial serta menimbulkan disfungsi dan disabilitas pada pasien.
“Jadi gangguan jiwa itu tidak selalu sama dengan gila, karena gangguan jiwa itu sendiri memiliki tingkatan-tingkatan, seperti gangguan jiwa yang ringan, sampai gangguan jiwa yang bersifat psikosis”, ungkapnya.

Gangguan jiwa itu sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya :

  1. Gangguan fisik yang terjadi pada organ otak,
  2. Pemakaian narkoba, konsumsi alkohol, dan zat-zat adiktif yang berterusan,
  3. Gangguan perasaan yang berlebihan, seperti kecemasan berlebih, rasa takut/panik dan lain sebagainya.

Kejiwaan seseorang akan mempengaruhi perilaku, perasaan dan pikiran orang tersebut. Jika kejiwaannya sehat maka juga akan berpengaruh pada perilaku, pikiran dan perasaan orang tersebut. Pada suatu kondisi yang sangat menekan (penuh stres) maka orang terkadang kesulitan untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut sehingga akhirnya bisa mengganggu pikiran, perasaan dan perilakunya.

Orang yang mengalami gangguan jiwa umumnya tidak mampu mengenali diri sendiri, tidak menyadari dimana dia berada, siapa orang-orang yang berada didekatnya, dan tidak mampu melakukan keteraturan dalam hidupnya, seperti makan, tidur, mandi dan lain-lain.

Jika hal ini berlangsung lama maka orang tersebut akan mengalami perubahan sistem yang terkadang menjadi pola perilaku (kepribadian) orang tersebut, walaupun mungkin belum disebut sebagai suatu gangguan jiwa secara diagnosis klinis.

“Karenanya memeriksakan diri saat mengalami gejala gangguan jiwa ringan, baik berupa gangguan perilaku, perasaan dan pikiran perlu dilakukan”, tutupnya.

dr yusmansyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s