Penderita HIV/AIDS didominasi Ibu Rumah Tangga

Stop AIDS check on VCT clinic

Pangkalan Bun. Ironis, dari puluhan kasus HIV/AIDS yang ditemukan selama tahun 2012, di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) justru penderitanya didominasi oleh ibu rumah tangga, padahal mereka bisa dibilang bukan kelompok risiko tinggi terjangkitnya virus tersebut.
Menurut Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Suyuti Syamsul, sepanjang tahun 2012 terdapat 21 kasus HIV/AIDS. Sejumlah penderita virus tersebut diketahui dari hasil test di klinik VCT (Voluntary Counseling Test) di RSUD Sultan Imanuddin. Caranya, adalah dengan sukarela memeriksakan kondisinya ke klinik VCT tadi, dan sebagian lain diketahui setelah seseorang mengalami sakit tertentu dan susah disembuhkan hingga akhirnya terdeteksi telah terinfeksi HIV/AIDS.
“Sebenarnya (penderitanya) dari bervariasi profesi, tapi paling banyak ibu rumah tangga”, kata Suyuti saat dimintai konfirmasi di kantornya baru-baru ini. Meski tidak dirincikan angkanya, namun pihaknya mengaku memiliki data, dan dari data tersebut menunjukkan bahwa ibu rumah tangga justru mendominasi daftar dari 21 penderita HIV/AIDS yang ditemukan selama tahun 2012.
Lebih lanjut suyuti menjelaskan, penularan HIV/AIDS melalui cara-cara seperti hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, dan tali plasenta. Namun tidak disangkal Suyuti bahwa tertularnya sejumlah ibu rumah tangga besar kemungkinannya melalui hubungan seksual. Sangat kecil kemungkinan bila diakibatkan oleh transfusi darah apalagi tali plasenta.
Bila benar-benar tertular melalui hubungan seksual dengan suaminya, itu artinya sang suami juga sudah terinfeksi, namun belum diketahui menderita HIV/AIDS. Alangkah baiknya bersikap jujur dengan pasangannya, hingga sang pasangan bisa memutuskan apakah ingin secara sukarela memeriksakan diri ke klinik VCT untuk ditangani.
Sebelumnya juga diberitakan bahwa di Januari 2013, RSUD Sultan Imanuddin kembali menemukan tiga kasus penderita HIV/AIDS. Ketiganya diketahui dari hasil pemeriksaan di klinik VCT di Rumah Sakit. Ketiga penderita itu meliputi seorang pekerja seks komersial (PSK), dan dua orang pria yang diduga sebagai pelangan PSK. “Mereka diketahui positif (HIV/AIDS), setelah secara sukarela memeriksakan diri di klinik VCT”, kata Suyuti.

Sumber : Harian Radar Sampit, Senin 18 Februari 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s