Sosialisasi pengobatan gratis Thalassemia

RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mengadakan Sosialisasi Pengobatan Gratis terhadap Penyakit Thalassemia pada Rabu 27 Juli 2011. Acara ini dihadiri perwakilan DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, Bapak Ichsanudin, Pimpinan Puskesmas se Kabupaten Kotawaringin Barat serta perwakilan dari keluarga penderita penyakit thalassemia.

Program jaminan pengobatan gratis penyakit thalassemia merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kepada setiap masyarakat yang menderita penyakit thalassemia perlu mendapatkan Kartu Anggota Yayasan Thalassemia Indonesia agar penderita dapat menerima layanan pengobatan gratis diseluruh Indonesia.

Adapun cara untuk memperoleh kartu tersebut, penderita thalassemia harus mendapatkan Surat Keterangan dari Rumah Sakit yang menyatakan bahwa penderita memang benar mengidap penyakit thalassemia disertai dengan bukti pendukung lainnya. “Khusus untuk kasus penyakit ini, pihak RSUD Sultan Imanuddin siap membantu penderita thalassemia dalam hal mendapatkan Kartu Anggota Yayasan Thalassemia Indonesia” jelas Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Suyuti Syamsul, MPPM.

Dr Suyuti juga menambahkan, untuk mengurus Kartu Anggota tersebut, penderita atau keluarganya dapat menghubungi Ibu Hj. Syarifah Normalawati selaku Kepala Seksi Pelayanan Rawat Jalan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun atau dapat juga melalui Bapak Kornelius, SH selaku Kepala Seksi Pelayanan Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Perlu dipahami bahwa pengertian Gratis untuk penyakit thalassemia ini berarti segala biaya yang ditimbulkan atas penyakit selain thalassemia, harus ditanggung sendiri oleh pihak penderita.

Thalasemia merupakan penyakit kelainan darah yang bersifat menurun (genetik). Pada keadaan ini, sel darah merah yang dihasilkan tubuh tidak normal dan pecah lebih cepat dari sel darah merah normal. Akibatnya, sepanjang hidupnya penderita terpaksa bergantung pada pasokan darah donor agar dapat memperpanjang hidupnya.
Thalasemia adalah penyakit yang diturunkan yang berasal dari pasangan yang membawa sifat talasemia. Dalam hal ini kemungkinan yang terjadi pada anak yang dilahirkan adalah 25% talasemia mayor, 50% carrier (pembawa sifat) dan 25% sehat.

Maksudnya, dalam setiap kehamilan dari pasangan tersebut terdapat kemungkinan satu berbanding empat bagi anak mereka untuk menderita talasemia mayor, dua banding empat kemungkinan anak membawa gen talasemia (carrier) dan satu banding empat kemungkinan anak berdarah normal dan tumbuh sehat.

ada 3 jenis thalassemia :

1. Thalassemia minor
Kerusakan gen yang terjadi umumnya ringan. Penderitanya hanya menjadi pembawa gen thalassemia, dan umumnya tidak mengalami masalah kesehatan, kecuali gejala anemia ringan yang ditandai dengan lesu, kurang nafsu makan, sering terkena infeksi dan sebagainya. Kondisi ini sering disalah artikan sebagai anemia karena defisiensi (kekurangan) zat besi.

2. Thalassemia mayor
Terjadi kerusakan gen yang berat, sehingga jantung penderita mudah berdebar-debar. Berkurangnya hemoglobin berakibat pada kurangnya oksigen yang dibawa, sehingga jantungnya terpaksa bekerja lebih keras. Selain itu, sel darah merahnya cepat rusak sehingga harus senantiasa dibantu suplai dari luar melalui transfusi.

3. Thalassemia intermedia
Merupakan kondisi antara mayor dan minor, dapat mengakibatkan anemia berat dan masalah lain seperti deformitas tulang dan pembengkakan limpa. Rentang keparahan klinis pada thalassemia intermedia ini cukup lebar, dan batasnya dengan kelompok thalassemia mayor tidak terlalu jelas sehingga, keduanya dibedakan berdasarkan ketergantungan sang penderita pada tranfusi darah.

PENYEBAB
Ketidakseimbangan dalam rantai protein globin alfa dan beta, yang diperlukan dalam pembentukan hemoglobin, disebabkan oleh sebuah gen cacat yang diturunkan. Untuk menderita penyakit ini, seseorang harus memiliki 2 gen dari kedua orang tuanya. Jika hanya 1 gen yang diturunkan, maka orang tersebut hanya menjadi pembawa tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala dari penyakit ini.

PENGOBATAN
Pada thalassemia yang berat diperlukan transfusi darah rutin dan pemberian tambahan asam folat. Penderita yang menjalani transfusi, harus menghindari tambahan zat besi dan obat-obat yang bersifat oksidatif (misalnya sulfonamid), karena zat besi yang berlebihan bisa menyebabkan keracunan. Pada bentuk yang sangat berat, mungkin diperlukan pencangkokan sumsum tulang.
Terapi genetik masih dalam tahap penelitian.

PENCEGAHAN
Pada keluarga dengan riwayat thalassemia perlu dilakukan penyuluhan genetik untuk menentukan resiko memiliki anak yang menderita thalassemia.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2466064

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s