Pengembangan RSUD Sultan Imanuddin

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dalam melaksanakan fungsinya sebagai rumah sakit pemerintah menghadapi berbagai tantangan. Pertama, Kesehatan adalah hak azasi manusia dan merupakan investasi jangka panjang. Kedua, RSUD mempunyai kewajiban untuk melayani penduduk miskin (public goods) yang semakin lama jumlahnya semakin banyak. Ketiga, RSUD juga diharapkan responsif dan proaktif terhadap tuntutan segmen masyarakat yang mampu (private goods) dengan “pelayanan bermutu”. Keempat, RSUD sudah terlibat dalam persaingan dengan rumah sakit lain atau klinik swasta yang sangat agresif dalam (a) menangkap potensi pasar dan (b) memperebutkan sumber daya manusia. Kelima, RSUD berhadapan dengan perkembangan teknologi kedokteran dan teknologi manajemen modern. Keenam, RSUD harus menghadapi inflasi ekonomi. Ketujuh, Rumah Sakit merupakan organisasi yang padat karya, profesi, fungsi, teknologi dan modal.

Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan salah satu wilayah yang menempati posisi strategis dan memiliki peluang potensial untuk dikembangkan sebagai pusat pendidikan, perdagangan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah sekitarnya. Kabupaten Kotawaringin Barat dengan ibukotanya Pangkalan Bun terletak di Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya di antara 1o 19o sampai dengan 3o 36o Lintang Selatan dan 110o 25o sampai 112o 50o Bujur Timur. Kabupaten Kotawaringin Barat di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Lamandau, sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah Timur dengan Kabupaten Seruyan dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sukamara. Kota Pangkalan Bun sendiri, lokasi tempat RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun berjarak 440 km dari ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya.

Kota Pangkalan Bun yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat secara umum beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan dengan suhu maksimum berkisar antara 31.1o C – 32.8o C dan suhu minimum 22.0o C – 23.5o C dan faktor kelembaban udara sekitar 87.08%. Kabupaten Kotawaringin Barat memilki luas 6.414 km2.

Sebagai rumah sakit pusat rujukan dari daerah sekitarnya, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dituntut memiliki kemampuan lebih, dalam hal kualitas dan kuantitas jenis pelayanan kesehatan yang tersedia agar kasus rujukan yang diterima tidak dirujuk lebih lanjut di Pulau Jawa. Oleh sebab itu kelengkapan sarana prasarana dan fasilitas pendukung yang sangat terbatas untuk penanganan rujukan penderita rawat jalan maupun rawat inap dari wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara dan Seruyan harus mendapatkan prioritas utama dan segera dituntaskan.

Meskipun kemampuan pelayanan kesehatan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dari waktu ke waktu menunjukkan tendensi yang selalu meningkat, tapi peningkatan ini masih bersifat lambat dan sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepemimpinan, metode manajemen yang diterapkan dan pengelolaan sumber daya manusia. Pelayanan kesehatan di rumah sakit dari tahun ke tahun memperlihatkan korelasi bahwa keterbatasan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan dan fasilitas yang ada sangat mempengaruhi kemampuan rumah sakit meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan.

Terhitung mulai tahun 2006, kemampuan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dalam memberikan pelayanan kesehatan akan terus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya dan pada tahun 2013 kemampuan pelayanan kesehatan diharapkan memenuhi standar rumah sakit Kelas B Non Kependidikan.

Pada tahun 2013, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar Departemen Kesehatan R.I. untuk rumah sakit Kelas B Non Kependidikan yaitu :

1. 13 (tiga belas) bidang spesialisasi medik yang meliputi :

a. Penyakit Dalam

b. Kesehatan Anak

c. Bedah

d. Kebidanan dan penyakit kandungan

e. Mata

f. THT

g. Penyakit gigi dan mulut

h. Kulit dan kelamin

i. Syaraf

j. Jiwa

k. Paru

l. Jantung

m. Orthopedi

2. 6 (enam) bidang spesialisasi penunjang medik yang meliputi :

a. Radiologi

b. Anestesi

c. Patologi klinik

d. Patologi anatomi

e. Forensik/kedokteran kehakiman

f. Rehabilitasi medis

3.  1 (satu) bidang pendidikan/penelitian dan pengembangan

RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sebagai pusat rujukan dari 3 kabupaten di sekitarnya harus memiliki kemampuan lebih dalam hal kualitas dan kuantitas jenis pelayanan kesehatan yang tersedia dibandingkan dengan sarana kesehatan lain di wilayah sekitarnya. Salah satu indikator yang dapat dijadikan acuan adalah terjadinya penurunan jumlah kasus rujukan keluar (patient referal). Sebagai upaya meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan, maka kelengkapan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung harus lebih baik dan lengkap melalui bantuan dana dari berbagai pihak yang peduli atau berkepentingan dengan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Agar kemampuan pelayanan kesehatan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dapat ditingkatkan terus menerus maka : (1) Dukungan dari seluruh pihak yang peduli dan berkepentingan bersifat mutlak dan terus menerus. (2) Penyiapan dan pengelolaan SDM harus terencana secara sistematika. (3) Pola regenerasi leadership yang jelas dan konsisten. (4) Metode managemen yang tetap dan konsisten harus diterapkan pada proses manajemen internal. (5) Pengelolaan SDM harus mendapat dukungan mutlak dari pihak-pihak yang peduli dan berkepentingan.