RSUD Sultan Imanuddin membuka layanan Cuci Darah (Hemodialisa)

hemodialisa

Rumah Sakit Sultan Imanuddin di Pangkalan memberikan layanan baru hemodialisa atau layanan cuci darah. layanan cuci darah ini dresmikan secara langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat DR. H. UJnag Iskandar, ST, M.Si pada Rabu (6/8/14). Bupati menyampaikan layanan cuci darah ini adalah bagian dari upaya Pemkab Kobar dalam meningktakan layanan kesehatan bagi masyarakat. Ada 4 unit alat baru hemodialisa (cuci darah) yang akan melayani pengobatan tidak hanya bagi warga Kobar, tetapi juga bagi warga dari kabupaten lain, mengingat kondisi alat cuci darah yang baru didatangkan oleh RS Sultan Imanuddin ini memiliki kualitas yang terbaik dibanding alat serupa yang ada di Rumah Sakit di Kalteng.

Bupati menambahkan masyarakat yang membutuhkan layanan cuci darah akan semakin dimudahkan karena tidak perlu dirujuk ke luar daerah seperti sebelumnya, otomatis hal tersebut juga akan semakin membantu masyarakat mengurangi biaya perawatan, karena masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya akomodasi. Direktur RS Sultan Imanuddin dr. Suyuti mengatakan alat fasilitas ruangan pun sudah dipersiapkan jauh – jauh hari. Begitu juga para petugas juga sudah dilatih sebanyak tiga tenaga medis yang meliputi dokter spesialis, dokter umum, dan satu perawat. Ketiganya sudah mendapatkan pelatihan khusus dan mengikuti sertifikasi.  Dokter umum dan perawat dilatih di Bandung, sedangkan untuk dokter spesialis mengikuti pelatihan di Semarang. (http://pde.kotawaringinbaratkab.go.id/?p=1565)

PELAYANAN RSUD SULTAN IMANUDDIN BERJALAN NORMAL

POLIKLINIK NORMAL

Hari Sabtu tgl 02 Agustus 2014, setelah melaksanakan libur panjang dalam rangka Perayaan Lebaran Idul Fitri Tahun 2014 H dan Cuti Bersama sejak tanggal 28 Juli 2014 sampai dengan 01 Agustus 2014, dan hari ini Sabtu 02 Agustus 2014 RSUD Sultan Imanuddin sudah melakukan pelayanan kesehatan dengan normal seperti hari kerja sebagimana biasanya. Sedangkan selama hari libur pelayanan kesehatan yang berada di Poliklinik Rawat jalan sementara dipindahkan ke pelayanan Unit Gawat Darurat. Dibukanya kembali Poliklinik Rawat Jalan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun pada hari Sabtu tanggal 02 Agustus 2014 dipadati para pengunjung yang melakukan pengobatan baik pengunjung dari dalam daerah maupun dari luar daerah Pangkalan Bun.

 

 

Mulai Tanggal 04 Agustus 2014 RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Akan Membuka Layanan Baru “UNIT HEMODIALISA/LAYANAN CUCI DARAH”

PROMOSI HEMODIALISA copySemoga dengan dibukannya layanan Hemodialisa/Cuci Darah di RSUD Sultan IManuddin Pangkalan Bun akan memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat Pangkalan Bun dan Sekitarnya.

Serah Terima Mahasiswa Magang Poltekes Kebidanan Palangkaraya di RSUD Sultan Imanuddin

DSC_0053 copy

Pada hari senin tanggal 07 Juli 2014 di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalanbun telah kedatangan tamu dari Poltekes Kebidannan Palangka Raya. Adapun tujuan kedatangan tersebut yaitu untuk magang di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalanbun. Serah terima Mahasiswa magang tersebut dihadiri oleh Drg.Indrawan Sakti selaku kepala Dinas Kesehatan Pangkalanbun dan langsung diterima oleh dr.Suyuti Syamsul Selaku Direktur RSUD Sultan Imanuddin.

Sosialisasi penanganan limbah B3 di RSUD Sultan Imanuddin

            Sabtu, 21 Juni 2014 RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Mengadakan Sosialisasi Penanganan Limbah B3 dilingkungan rumah sakit Menurut PP No. 18 tahun 1999, yang dimaksud dengan limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusakan lingkungan hidup dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain.

ðKarakteristik Limbah B3

            Limbah B3 dari bahan kimia kadaluarsa, tumpahan, bekas kemasan dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.

ð Kolam penyimpanan (surface impoundments)

Limbah B3 cair dapat ditampung pada kolam-kolam yang memang dibuat untuk limbah B3. Kolam-kolam ini dilapisi lapisan pelindung yang dapat mencegah perembesan limbah. Ketika air limbah menguap, senyawa B3 akan terkosentrasi dan mengendap di dasar. Kelemahan metode ini adalah memakan lahan karena limbah akan semakin tertimbun dalam kolam, ada kemungkinan kebocoran lapisan pelindung, dan ikut menguapnya senyawa B3 bersama  air limbah sehingga mencemari udara.

ðMetode pengolahan secara kimia, fisik dan biologi

Proses pengolahan limbah B3  dapat dilakukan secara kimia, fisik, atau biologi. Proses pengolahan limbah B3 secara kimia atau fisik yang umumnya dilakukan adalah stabilisasi/ solidifikasi . stabilisasi/solidifikasi adalah proses pengubahan bentuk fisik dan sifat kimia dengan menambahkan bahan peningkat atau senyawa pereaksi tertentu untuk memperkecil atau membatasi pelarutan, pergerakan, atau penyebaran daya racun limbah, sebelum dibuang. Contoh bahan yang dapat digunakan untuk proses stabilisasi/solidifikasi adalah semen, kapur (CaOH2), dan bahan termoplastik.

.

Trauma Center BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketanagakerjaan11

Pada hari Senin tanggal 09 Juni 2014, RSUD Sultan Imanuddin kedatangan tamu dari Tim BPJS Ketenagakerjaan. Adapaun tujuan mereka berkunjung ke RSUD Sultan Imanuddin yaitu untuk mensosialisasikan masalah Jaminan Keselamata Kerja dan Trauma Center.

Tujuan Umum dari BPJS Ketenakerjaan yaitu Menjadi Pusat Penanggulangan Kasus Kecelakaan Kerja dalam upaya untuk menurunkan derajat kecacatan dan angka kematian akibat kecelakan kerja.
Sedangkan tujuan khusus nya yaitu :
1. Meningkatkan kualitas pelayanan dan manfaat Program JKK (Jaminan Keselamatan Kerja) bagi peserta dan pengusaha
2. Terlaksananya pelayanan kesehatan kerja yang komprehensif dan proaktif dengan menerapkan sistem rujukan
3. Terlaksananya pendataan, pencatatan dan pelaporan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja.
4. Tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan kerja dengan tenaga, sarana dan prasarana yang memadai
5. Mempercepat proses penyelesaian klaim Program JKK dengan tetap menjaga pengendalian biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

Kegiatan pelayanan kesehatan kerja, mencakup :
1. Pertolongan medis terhadap kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.
2. Medical emergency response (kesiap siagaan dan tanggap darurat) .
3. Deteksi dini, diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK) sesuai kompetensi dan batas wewenangnya.
4. Rehabilitasi medis.
5. Rujukan ke fasilitas kesehatan kerja yang lebih lengkap.
6. Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya.
7. Pengobatan dan perawatan oleh dokter spesialis terkait sesuai kasus penyakitnya, tindakan operatif, rehab.
8. Pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan.
9. Konsultasi kepada Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi untuk penentuan diagnosis PAK, penilaian tingkat kecacatan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, penempatan kembali bekerja.
10.Perawatan di Kelas 1 RS Pemerintah.
11.Pemberian sarana rehabilitasi alat bantu (orthose) dan atau alat ganti (prothese) kepada tenaga kerja yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat kecelakaan kerja
12.Pembelian gigi palsu, kacamata, alat bantu dengar (hearing aid)
13.Surat Keterangan Dokter (F3b / KK4)

Hal-hal yang tidak ditanggung dalam Jaminan Kecelakaan Kerja :
1. Penyakit yang tidak berhubungan dengan ruang lingkup kecelakaan kerja dan akibat dari hubungan kerja.
2. Pengobatan tradisional.
3. Penyakit akibat kecanduan alkohol/narkotika.
4. Percobaan bunuh diri.
5. Semua obat/vitamin yang tidak ada hubungannya dengan kasus kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.
6. Semua obat kosmetik, obat gosok seperti minyak kayu putih dan sejenisnya.
7. Operasi plastik dengan tujuan kosmetik.
8. Kecelakaan yang terjadi pada waktu yang bersangkutan meninggalkan tempat kerja untuk kepentingan pribadi.
9. Kecelakaan yang terjadi di luar waktu kerja atau melakukan kegiatan yang bukan berhubungan dengan kedinasan.
10.Penyakit akibat hubungan kerja yang dicetuskan, diperberat oleh pekerjaan seperti hernia yang ada faktor bawaan, asma yang diakibatkan keturunan.
11.Kasus meninggal mendadak yang terjadi tidak di lokasi tempat kerja, tidak langsung dibawa ke fasilitas kesehatan.

Prosedur RS Trauma Center :
1. Tenaga Kerja yang mendapat rujukan dari klinik atau dalam keadaan emergensi dapat dibawa langsung ke Rumah Sakit TC terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama dan atau pertolongan lanjutan dengan membawa identitas KPJ dan KTP.
2. Badan Penyelenggara menyediakan formulir 3, 3a, 3b dan 3c di Rumah Sakit.
3. FO RS TC meneliti status kepesertaan tenaga kerja melalui Daftar tenaga kerja yang dikirim oleh Kantor Cabang yang bekerjasama dan/atau melalui fasilitas internet. Apabila tidak terdaftar, maka petugas FO RS TC melakukan konfirmasi kepada Kantor Cabang. Bila ternyata peserta tersebut terdaftar dari cabang lain, maka petugas pelayanan Kantor cabang menghubungi Kacab Kepesertaan untuk dibuatkan surat pengantar rujukan.Apabila eligibilitas kepesertaan meragukan, maka peserta diberlakukan sebagai pasien umum. Dan biaya yang telah dikeluarkan dapat diajukan ke Badan penyelenggara untuk mendapatkan penggantian sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Untuk kasus emergensi (bukan kasus rujukan) Rumah Sakit mengisi data yang berhubungan dengan tenaga kerja di Form Laporan Kecelakaan tahap I (formulir 3), kemudian menghubungi perusahaan untuk dilengkapi dan ditandatanganinya.
5. Perusahaan membuat laporan tahap I disertai dokumen pendukung (fotokopi KTP, KPJ, kronologis kejadian, dan absensi hari kejadian) untuk diajukan ke Badan penyelenggara dan disnaker setempat dalam waktu 2 x 24 jam. Untuk tertib administrasi klaim, maka salinan laporan tahap I diserahkan juga oleh Perusahaan ke RS TC
6. Dokter mengisi surat keterangan rawat, untuk kemudian dikirimkan ke Badan Penyelenggara agar dapat dibuatkan surat jaminannya. Dikirim melalui fax/email.
7. Badan Penyelenggara menerbitkan surat jaminan maksimal 2 x 24 jam hari kerja.
8. Apabila diperlukan penanganan lebih lanjut dapat diberikan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih tinggi dengan melampirkan formulir surat rujukan dan salinan form laporan kecelakaan tahap I dan formulir perincian biaya pelayanan yang telah diberikan.
9. Setelah selesai perawatan, dokter yang merawat wajib mengisi formulir 3 b dan FO rumah sakit membantu menghubungi perusahaan untuk membuat laporan kecelakaan tahap II (formulir 3a).
10. Peserta/petugas perusahaaan / keluarga peserta menandatangani form bukti layanan.
11. Perusahaan membuat surat pernyataan yang menyatakan bersedia
12. Setiap akhir bulan Rumah Sakit merekap data pasien yang berobat untuk ditagihkan ke Badan Penyelenggara yang dilengkapi dengan dokumen

Persyaratan klaim Jasa Raharja :
1. Fotokopi kuitansi yang dibayar oleh Jasa Raharja
2. Copy kwitansi pengajuan biaya pengobatan
3. Surat pernyataan dari Jasa Raharja
4. Fotokopi KPJ dan KTP.